Pemerintahan Trump Menyelidiki Senator Mark Kelly Atas Video Ketidaktaatan Militer

0
13

Pemerintahan Trump telah memulai penyelidikan terhadap Senator AS Mark Kelly, mantan astronot NASA dan pilot pesawat tempur Angkatan Laut, menyusul partisipasinya dalam sebuah video yang mendesak personel militer dan intelijen untuk tidak mengikuti perintah ilegal. Tindakan ini meningkatkan ketegangan antara mantan presiden tersebut dan anggota parlemen yang mendukung penegakan standar hukum di angkatan bersenjata.

Kontroversi: Video dan Kemarahan Presiden

Inti dari konflik ini adalah video berdurasi 90 detik yang menampilkan enam anggota parlemen dari Partai Demokrat, termasuk Kelly, yang menasihati anggota militer untuk mengabaikan perintah yang melanggar hukum. Mantan Presiden Trump merespons dengan kecaman keras, menyebut video tersebut sebagai “penghasutan” dan menyerukan hukuman berat, termasuk penjara atau lebih buruk lagi. Retorika Trump di platform Truth Social-nya mencakup ancaman besar dan tuduhan makar.

Tanggapan Pentagon: Investigasi Formal Dimulai

Pada tanggal 24 November, Departemen Pertahanan (meskipun Trump sebelumnya menyerukan agar departemen tersebut disebut sebagai “Departemen Perang”) mengumumkan penyelidikan formal atas perilaku Kelly. Pentagon mengutip Uniform Code of Military Justice (UCMJ), khususnya 10 U.S.C. § 688, yang mengatur hukum militer. Investigasi ini dapat menyebabkan Kelly dipanggil kembali ke tugas aktif untuk mendapatkan sanksi pengadilan militer atau administratif. Pernyataan Pentagon menekankan proses hukum dan ketidakberpihakan, namun memberikan sedikit ruang untuk komentar publik.

Pembelaan Kelly: Menjunjung Hukum Militer

Senator Kelly membela tindakannya, dengan menyatakan bahwa video tersebut hanya memperkuat kewajiban hukum yang ada berdasarkan UCMJ. Undang-undang tersebut secara eksplisit mengharuskan personel militer untuk tidak mematuhi perintah yang melanggar hukum, sehingga pesan anggota parlemen konsisten dengan doktrin militer. Para pendukungnya, termasuk pakar hukum, berpendapat bahwa video tersebut bukan merupakan hasutan melainkan pengingat akan standar hukum.

Implikasi yang Lebih Luas: Konteks Politik dan Hukum

Insiden ini menggarisbawahi polarisasi yang sedang berlangsung dalam politik Amerika, khususnya mengenai kesetiaan militer dan kepatuhan terhadap otoritas. Respons agresif Trump menimbulkan pertanyaan mengenai batasan kekuasaan presiden, pengawasan sipil terhadap militer, dan sejauh mana perbedaan pendapat politik dapat dikriminalisasi. Investigasi Pentagon, meskipun secara hukum dibenarkan berdasarkan UCMJ, dipandang oleh beberapa orang sebagai pembalasan bermotif politik terhadap anggota parlemen yang kritis terhadap Trump.

Latar Belakang Kelly: Dari Luar Angkasa hingga Senat

Mark Kelly adalah seorang veteran terhormat yang melakukan 39 misi tempur dalam Operasi Badai Gurun dan menjabat sebagai kapten di Angkatan Laut AS. Dia kemudian menjadi astronot NASA, menyelesaikan empat misi pesawat ulang-alik antara tahun 2001 dan 2011. Saudara kembarnya, Scott Kelly, juga mantan astronot. Transisi Kelly dari dinas militer ke eksplorasi ruang angkasa dan kemudian ke Senat menyoroti latar belakangnya yang beragam, yang kini menempatkannya di tengah-tengah pertarungan hukum dan politik yang berisiko tinggi.

Investigasi ini kemungkinan akan terus menarik perhatian baik dari kalangan hukum maupun politik, karena hal ini menguji batas-batas kewenangan presiden, peradilan militer, dan pengawasan sipil di negara yang terpecah belah.