Astronot Menanam Kentang di Luar Angkasa, Memicu Kegilaan Online

0
11

Kentang ungu yang tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah menarik perhatian internet setelah astronot Don Pettit membagikan gambar taman luar angkasa miliknya yang tidak biasa. Reaksi awal berkisar dari ketakutan – dengan beberapa pengguna bercanda tentang makhluk asing – hingga keheranan saat mengetahui bahwa pertumbuhan “aneh” hanyalah sebuah kentang yang sedang bertunas.

Proyek Spudnik-1

Pettit, astronot aktif tertua NASA, telah membudidayakan tanaman di luar angkasa sebagai hobi pribadinya selama misi jangka panjangnya. Ubi ungu, yang dijuluki “Spudnik-1”, ditanam secara hidroponik, artinya kentang ini tumbuh subur di air yang kaya nutrisi, bukan di tanah. Metode ini, bersama dengan gayaberat mikro, menyebabkan kentang mengembangkan tunas (“mata”) yang mencari permukaan tanam. Bercak putih yang terlihat di foto hanyalah Velcro yang digunakan untuk mengamankan kentang di dalam terariumnya.

Sejarah Berkebun Luar Angkasa

Pettit bukanlah orang pertama yang bereksperimen dengan pertanian di luar Bumi. Kentang, khususnya, telah menjadi fokus eksplorasi ruang angkasa sejak tahun 1990-an, sebagaimana diakui dalam buku The Martian, karena nilai gizinya yang tinggi dibandingkan dengan beratnya. Sebelum Spudnik-1, Pettit telah menanam bibit kacang tanah, zucchini, brokoli, bunga matahari, kemangi, dan tomat pada misi ISS sebelumnya – bahkan menggunakan penutup telinga sebagai penanam darurat.

Mengapa Berkebun di Luar Angkasa Penting

Membudidayakan tanaman di luar angkasa bukan sekadar hobi unik; ini mengatasi tantangan-tantangan penting untuk misi jangka panjang. Produk segar menyediakan vitamin penting dan mengurangi ketergantungan pada makanan kemasan. Namun, tanaman tumbuh lebih lambat dalam gayaberat mikro, dan penyebab pastinya masih diselidiki. Pettit mencatat bahwa paparan radiasi tampaknya tidak mempengaruhi pertumbuhan kentang, sebuah temuan yang meyakinkan untuk pemukiman ruang angkasa di masa depan.

“Tidak ada yang menandingi aroma hijau hidup di hutan yang dipenuhi mesin-mesin rekayasa ini,” tulis Pettit dalam blog NASA yang kini sudah dihapus, menggarisbawahi manfaat psikologis dari membawa alam ke dalam lingkungan luar angkasa yang keras.

Eksperimen yang sedang berlangsung, termasuk Spudnik-1, menunjukkan bahwa produksi pangan berkelanjutan di orbit dapat dilakukan, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi pertumbuhan. Implikasi jangka panjang dari berkebun di luar angkasa juga mencakup upaya swasembada bagi koloni bulan dan Mars di masa depan.