Selama beberapa dekade, gagasan dominan dalam kebugaran adalah bahwa pertumbuhan otot yang maksimal memerlukan latihan yang brutal – mendorong tubuh Anda hingga titik kelelahan dan menganut mantra “sobek dan perbaiki”. Meskipun pendekatan ini dapat berhasil, terutama dengan obat peningkat kinerja, penelitian saat ini menunjukkan bahwa pendekatan ini jauh dari optimal. Kunci untuk membangun otot tidak hanya menimbulkan trauma; itu memahami proses biologis yang mendasarinya.
Ketegangan Mekanis: Penggerak Utama
Faktor paling signifikan dalam hipertrofi (pertumbuhan) otot adalah ketegangan mekanis. Saat Anda mengangkat beban yang menantang otot Anda, ketegangan fisik akan meregangkan membran di sekitar sel otot. Hal ini memicu mekanoreseptor, sensor khusus yang mengaktifkan jalur mTOR, pengatur penting pembangunan jaringan. Jalur mTOR kemudian memulai sintesis protein otot (MPS), yaitu proses penambahan protein baru ke serat otot, menjadikannya lebih tebal dan kuat.
Anggap saja seperti ini: otot Anda tidak tumbuh karena rusak ; mereka tumbuh karena tertekan yang menandakan adaptasi.
Stres Metabolik: Penguat, Bukan Peristiwa Utama
Rasa “terbakar” yang Anda rasakan selama olahraga intens – yang dikenal sebagai stres metabolik – bukanlah pendorong utama pertumbuhan otot, namun memperkuat efek ketegangan mekanis. Meskipun pensil yang melengkung dapat menyebabkan stres metabolik, hal ini tidak akan merangsang pertumbuhan yang signifikan karena tidak adanya ketegangan fisik yang cukup pada serat otot.
Kekuatan vs. Ukuran: Dua Jenis Hipertrofi
Penting untuk disadari bahwa Anda bisa menjadi lebih kuat tanpa terlihat lebih besar, atau sebaliknya. Ada dua jenis utama pertumbuhan otot:
- Hipertrofi miofibrillar: Meningkatkan kepadatan filamen kontraktil dalam serat otot, sehingga menghasilkan kekuatan yang lebih besar.
- Hipertrofi sarkoplasma: Memperluas volume cairan di dalam sel otot, sehingga menghasilkan ukuran yang lebih besar tanpa peningkatan kekuatan yang proporsional.
Atlet angkat besi Olimpiade sering kali memprioritaskan pertumbuhan miofibrillar, memaksimalkan kekuatan dalam kelas beban, sementara pesenam menunjukkan kekuatan ekstrem dengan ukuran minimal. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan bervolume tinggi dapat menyebabkan hipertrofi sarkoplasma, sehingga menghasilkan otot yang lebih besar yang belum tentu mampu mengangkat beban lebih banyak. Pendekatan yang paling efektif menggabungkan kedua jenis: beban berat dengan pengulangan yang cukup untuk menciptakan stres metabolik.
Rasa Sakit Tidak Sama dengan Kemajuan
Bertentangan dengan anggapan umum, nyeri otot bukanlah indikator pertumbuhan yang dapat diandalkan. Otot dapat tumbuh dengan sedikit rasa sakit, dan rasa sakit yang parah tidak menjamin hasil. Lari menuruni bukit, misalnya, menyebabkan kerusakan otot yang signifikan namun tidak serta merta menyebabkan hipertrofi. Kerusakan yang berlebihan bahkan dapat menghambat pertumbuhan jika mengganggu performa atau frekuensi latihan.
Implikasi Praktis
Ilmu pertumbuhan otot menyarankan pendekatan yang lebih bernuansa daripada “mendorong menuju kegagalan.” Kelebihan beban yang progresif – secara bertahap meningkatkan kebutuhan otot Anda – tetap penting, namun hal ini dapat dicapai melalui berbagai metode: meningkatkan pengulangan, menambah beban, mengurangi waktu istirahat, dll.
Fokus pada bekerja hampir kegagalan, belum tentu pada kegagalan. Anne Brady, “jangan mengambil jurusan di bawah umur.” Terobsesi pada detail kecil tidak akan membuat perbedaan besar. Pelatihan yang konsisten dan terencana dengan baik akan membuahkan hasil tanpa penderitaan yang tidak perlu.
Pada akhirnya, membangun otot adalah proses adaptasi, bukan hukuman. Strategi yang paling efektif didasarkan pada pemahaman biologis, bukan dogma yang sudah ketinggalan zaman.
Kesimpulan: memaksimalkan pertumbuhan otot bukanlah tentang menimbulkan rasa sakit; ini tentang menerapkan ketegangan mekanis secara strategis, mengoptimalkan stres metabolik, dan memprioritaskan kelebihan beban yang konsisten dan progresif. Tubuh beradaptasi dengan rangsangan yang Anda berikan, sehingga pelatihan yang cerdas mengalahkan kebrutalan yang tidak masuk akal.





















