Kekeringan Salju Bersejarah dan Rekor Panas Mengancam Pasokan Air di Barat

0
12

Wilayah Amerika Barat sedang menghadapi krisis air yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disebabkan oleh suhu panas yang memecahkan rekor dan tingkat tumpukan salju terendah yang pernah tercatat. Musim dingin kali ini jauh lebih hangat dari biasanya di enam negara bagian – Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Wyoming, dan Oregon – dan kondisi ini mempercepat pencairan salju pada tingkat yang mengkhawatirkan. Ini bukan hanya tahun kemarau; Hal ini merupakan perubahan mendasar dalam fungsi siklus air di wilayah tersebut.

Kondisi yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

Tumpukan salju di Lembah Sungai Colorado, sumber air penting bagi jutaan orang, berada pada titik terendah. Akumulasi salju yang biasa terjadi di akhir musim dingin tidak pernah terwujud, dan gelombang panas yang terjadi baru-baru ini pada dasarnya telah menentukan nasib sebagian besar salju yang tersisa. Para ahli menggambarkan situasi ini sebagai hal yang mengerikan, dan beberapa orang menyebutnya sebagai “paku di peti mati” untuk ketersediaan air.

Masalahnya bukan hanya kurangnya curah hujan. Banyak daerah yang mengalami tingkat curah hujan normal, namun suhu sangat tinggi sehingga kelembapan turun sebagai hujan, bukan salju, bahkan di dataran tinggi. Hal ini berarti negara-negara Barat kehilangan sistem penyimpanan air alaminya – pelepasan tumpukan salju yang mencair secara perlahan dan berkelanjutan – yang mencakup 80% pasokan air di beberapa wilayah. Sebaliknya, air mengalir dengan cepat atau menguap sebelum mencapai sungai dan waduk.

Meningkatnya Resiko

Gelombang panas memperburuk kondisi kekeringan yang ada dan secara signifikan meningkatkan risiko kebakaran hutan. Nebraska baru-baru ini mengalami kebakaran hutan terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut, yang dipicu oleh kondisi kering. Kombinasi dari rendahnya tumpukan salju dan kenaikan suhu berarti puncak pencairan salju akan terjadi lebih awal dari sebelumnya, sehingga masyarakat harus kesulitan mengelola sumber daya air.

Lembah Sungai Colorado sangat rentan. Arus masuk ke Danau Powell diperkirakan termasuk yang terendah sepanjang sejarah, sehingga berpotensi membahayakan produksi pembangkit listrik tenaga air di tujuh negara bagian. Biro Reklamasi sedang memantau situasi namun tidak menawarkan solusi segera. Sementara itu, negosiasi di antara tujuh negara bagian wilayah sungai untuk memperbarui perjanjian pembagian air telah terhenti.

Tautan Perubahan Iklim

Para ilmuwan memastikan bahwa panas ekstrem ini tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Suhu saat ini jauh di luar norma historis sehingga diperkirakan hanya terjadi sekali dalam 500 tahun dalam kondisi alamiah. Ini bukan lagi siklus kekeringan; ini adalah krisis yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Dampak Langsung

Kota-kota seperti Denver bersiap menghadapi pembatasan kekeringan Tahap Satu, dan meminta penduduknya untuk menghemat air. Dewan Air Denver mengakui adanya “kekhawatiran yang sangat tinggi” mengenai kondisi tumpukan salju saat ini, yang mengancam ketersediaan air dalam jangka panjang.

“Sebagian besar air akan menguap bahkan sebelum sempat mencapai sungai,” John Fleck, pakar kebijakan air di Universitas New Mexico memperingatkan.

Situasi ini sangat kritis karena cadangan reservoir sudah habis, sehingga tidak ada lagi “bantalan” untuk digunakan kembali. Negara-negara Barat menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir.

Kombinasi suhu panas yang tinggi, kekeringan salju yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kegagalan negosiasi air menciptakan badai sempurna yang menyebabkan kekurangan air, peningkatan risiko kebakaran hutan, dan potensi gangguan listrik. Krisis ini memerlukan tindakan segera, namun prospek jangka panjangnya masih suram.