Pesawat luar angkasa kargo generasi berikutnya Jepang, HTV-X, telah menyelesaikan masa tinggal perdananya selama empat bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan berangkat pada 6 Maret. Kendaraan tak berawak, yang diberi nama HTV-X1, dilepaskan oleh lengan robot stasiun (Canadarm2) tepat sesuai jadwal pada pukul 12:00 EST (1700 GMT).
Transisi dari HTV ke HTV-X: Era Baru Pengiriman Kargo
HTV-X mewakili peningkatan dibandingkan H-II Transfer Vehicle (HTV) Jepang sebelumnya, yang berhasil mengirimkan sembilan misi kargo ke ISS antara tahun 2009 dan 2020. Meskipun program HTV terbukti andal, HTV-X memperkenalkan kemampuan baru dan dimaksudkan untuk memastikan pasokan kargo independen yang berkelanjutan untuk ISS.
Misi HTV-X pertama diluncurkan pada tanggal 25 Oktober, membawa sekitar 4.080 kilogram (9.000 pon) pasokan penting, termasuk makanan dan peralatan eksperimental, ke laboratorium yang mengorbit. Pesawat ruang angkasa tersebut merapat dengan modul Harmony pada tanggal 28 Oktober, dan tetap berada di sana hingga pelepasannya baru-baru ini.
Peran Ilmiah Sebelum Pembuangan
Sebelum dinonaktifkan, HTV-X1 akan berfungsi sebagai platform terbang bebas selama lebih dari tiga bulan, melakukan eksperimen untuk Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA). Fase operasional yang diperpanjang ini memungkinkan adanya peluang penelitian unik di lingkungan orbit rendah Bumi.
Setelah tugas ilmiahnya selesai, pesawat ruang angkasa akan diperintahkan untuk memasuki kembali atmosfer bumi, di mana ia akan terbakar dengan aman, sekaligus membuang beberapa ton bahan limbah yang dikumpulkan dari ISS. Masuknya kembali secara terkendali memastikan pengelolaan sampah ruang angkasa yang bertanggung jawab.
Lanskap Pasokan ISS
HTV-X bergabung dengan armada kendaraan kargo lain yang melayani ISS, termasuk pesawat luar angkasa Progress milik Rusia, Cygnus milik Northrop Grumman, dan Dragon milik SpaceX. Khususnya, Dragon adalah satu-satunya kapal pasokan ulang yang saat ini beroperasi yang dirancang untuk digunakan kembali, sehingga mengurangi keseluruhan biaya dan dampak lingkungan dari logistik orbital.
Program HTV-X menyoroti komitmen berkelanjutan Jepang terhadap eksplorasi ruang angkasa dan peran pentingnya dalam mempertahankan ISS sebagai pusat penelitian yang berfungsi. Misi pertama yang sukses ini menjadi landasan bagi operasi HTV-X di masa depan dan menggarisbawahi kerja sama internasional yang diperlukan untuk keberlanjutan kehadiran manusia di luar angkasa.
