Alkalinitas Laut: Para Ilmuwan Menguji “Antasida” untuk Perubahan Iklim

0
13

Para ilmuwan sedang bereksperimen dengan pendekatan baru untuk memerangi pemanasan global dan pengasaman laut: menambahkan zat basa – yang pada dasarnya adalah “antasida” – langsung ke air laut. Uji coba terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution melibatkan pelepasan lebih dari 16.000 galon natrium hidroksida (alkali) ke Teluk Maine, yang ditandai dengan pewarna merah untuk dilacak.

Masalah: Keasaman Meningkat

Lautan menyerap sekitar sepertiga emisi karbon yang disebabkan oleh aktivitas manusia, sehingga mengurangi pemanasan atmosfer. Namun, penyerapan ini memerlukan biaya. Karbon dioksida terlarut bereaksi dengan air laut, membentuk asam karbonat, yang menurunkan pH laut dan mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon lebih lanjut. Pengasaman ini menimbulkan ancaman besar terhadap ekosistem laut dan lebih dari satu miliar orang yang bergantung pada perikanan.

Solusinya: Peningkatan Alkalinitas Laut

Peningkatan alkalinitas laut (OAE) bertujuan untuk melawan pengasaman dengan meningkatkan pH laut. Hal ini memungkinkan laut menyimpan lebih banyak karbon selama ribuan tahun. Meskipun OAE bukanlah solusi yang berdiri sendiri – pengurangan emisi secara drastis tetap penting – para ahli sepakat bahwa upaya yang dilakukan saat ini tidak cukup untuk mencegah skenario pemanasan yang berbahaya.

Eksperimen: Pengujian di Dunia Nyata

Pada bulan Agustus, para peneliti mengerahkan kapal dan robot bawah air di Wilkinson Basin, 50 mil dari Massachusetts. Mereka melepaskan larutan basa, meningkatkan pH lautan sepanjang enam mil dari 7,95 menjadi 8,3 selama lima hari. Eksperimen memantau efeknya, dengan pH kembali ke tingkat normal setelah intervensi.

Mengapa Ini Penting

Lautan menutupi 70% permukaan bumi dan memainkan peran penting dalam pengaturan iklim. Mengingat skala masalahnya, intervensi laut dalam skala besar semakin mungkin terjadi. Meskipun kontroversial, OAE berpotensi menjadi pelengkap penting bagi pengurangan emisi.

Tujuan utamanya adalah untuk mencegah titik kritis iklim – termasuk cuaca ekstrem, hilangnya spesies, dan kelangkaan sumber daya yang meluas – yang menjadi lebih buruk secara eksponensial setelah melampaui ambang batas pemanasan 2°C. Pertanyaannya bukan lagi jika kita akan memanipulasi kimia planet ini, namun bagaimana dan pada skala apa.