Mikroba Fukushima Menunjukkan Ketahanan Tak Terduga terhadap Radiasi

0
17

Bencana nuklir Fukushima Daiichi pada tahun 2011 menciptakan lingkungan yang ekstrem, namun yang mengejutkan, kehidupan mikroba yang ditemukan di dalam reaktor tetap… biasa saja. Sebuah studi pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa bakteri yang tumbuh subur di air yang sangat radioaktif di ruang torus tanaman belum mengembangkan adaptasi khusus untuk mengatasi radiasi. Ini bukan sekedar rasa ingin tahu; Hal ini menyoroti masalah praktis dalam dekomisioning nuklir, dimana aktivitas mikroba dapat mempercepat korosi dan mempersulit upaya pembersihan.

Kecelakaan dan Akibat yang Terjadi

Pada tanggal 11 Maret 2011, gempa bumi besar di bawah air memicu tsunami yang membanjiri Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Keruntuhan inti terjadi ketika air laut membanjiri fasilitas tersebut, menyebabkan kontaminasi yang meluas. Kota Ōkuma, tempat pabrik tersebut berada, telah dievakuasi, dan masih jarang dihuni kembali hingga hari ini.

Komunitas Mikroba yang Tak Terduga

Para insinyur melihat lapisan mikroba tumbuh di air radioaktif yang terakumulasi di dalam gedung reaktor. Mengingat radiasi ekstrem biasanya mendorong evolusi cepat pada organisme, para ilmuwan berharap menemukan spesies yang sangat tahan radiasi seperti Deinococcus radiodurans mendominasi lingkungan. Sebaliknya, mereka menemukan komunitas mikroba sebagian besar terdiri dari bakteri laut umum dari genera Limnobacter dan Brevirhabdus, yang biasanya memakan belerang dan mangan.

Mengapa Ini Penting

Fakta bahwa mikroba-mikroba ini belum beradaptasi terhadap radiasi menunjukkan bahwa tingkat mikroba tersebut tidak cukup tinggi untuk memilih strain yang lebih resisten. Namun yang lebih penting, bakteri ini membentuk biofilm: matriks pelindung berlendir yang melindungi mereka dari radiasi dan mempercepat korosi logam.

“Jika mikroba pembentuk biofilm adalah yang paling mungkin bertahan hidup di perairan radioaktif, maka hal ini dapat menimbulkan komplikasi yang perlu dipertimbangkan selama penghentian pembangkit listrik tenaga nuklir,” kata para peneliti.

Implikasi terhadap Decommissioning

Penonaktifan pembangkit listrik tenaga nuklir adalah proses yang memakan waktu puluhan tahun. Mikroba dapat memperburuk korosi, mengurangi integritas struktural, dan mempersulit pembersihan dengan mengurangi jarak pandang di dalam air. Mikroba Fukushima tidak memerlukan adaptasi ekstrem untuk bertahan hidup; mereka hanya mengeksploitasi lingkungan di mana bakteri biasa dapat berkembang biak.

Penemuan ini menggarisbawahi bahwa bahkan tanpa perubahan evolusioner yang dramatis, kehidupan mikroba dapat menimbulkan tantangan praktis yang signifikan dalam pengelolaan limbah nuklir dan dekomisioning fasilitas nuklir dalam jangka panjang. Mengabaikan komunitas tangguh ini dapat menunda pembersihan dan meningkatkan biaya.