Virus Raksasa yang Baru Ditemukan Mengantar Pemahaman Baru tentang Asal Usul Kehidupan Multiseluler

0
21

Para ilmuwan di Jepang telah mengidentifikasi virus raksasa baru, yang dijuluki “ushikuvirus,” yang diambil dari amuba di kolam air tawar dekat Tokyo. Penemuan ini bukan sekadar tambahan terhadap daftar virus berukuran besar yang terus bertambah – penemuan ini juga dapat memberikan petunjuk penting tentang bagaimana kehidupan kompleks di Bumi berevolusi dari organisme bersel tunggal menjadi bentuk multiseluler yang kita lihat sekarang.

Bangkitnya Virus Raksasa: Dari Diabaikan hingga Ada di Mana-Mana

Selama beberapa dekade, virus diklasifikasikan berdasarkan ukurannya. Penemuan awal virus sering kali salah diidentifikasi sebagai bakteri karena ukurannya yang lebih besar dari perkiraan. Kini, para ilmuwan mengetahui bahwa virus raksasa ternyata jauh lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun asal muasalnya masih belum jelas, virus adalah entitas biologis yang paling melimpah di Bumi dan mempunyai pengaruh besar terhadap semua bentuk kehidupan.

Virus bukan hanya agen penyakit. Mereka juga dapat mendorong evolusi dengan mentransfer materi genetik antar organisme dan memasukkan DNA mereka sendiri ke dalam genom inang. Hingga 8% genom manusia terdiri dari sisa-sisa virus purba, yang memainkan peran penting dalam pengembangan fitur seperti mielin dan plasenta.

Viral Eukaryogenesis: Sebuah Teori Kontroversial

Namun gagasan paling radikal seputar virus adalah bahwa virus mungkin telah memicu lompatan terbesar dalam evolusi: munculnya sel eukariotik. Tidak seperti sel prokariotik yang lebih sederhana, eukariota memiliki struktur internal yang kompleks, terutama nukleus yang dibungkus oleh membran. Bagaimana transformasi ini terjadi merupakan misteri yang sudah lama ada.

Sebuah teori menyatakan bahwa inti atom berasal dari virus DNA besar yang menyerang prokariota prasejarah. Ahli biologi molekuler Masaharu Takemura pada tahun 2001 mengusulkan agar virus seperti poxvirus berintegrasi ke dalam sel inang, yang akhirnya menjadi nukleus itu sendiri.

Konsep ini, yang dikenal sebagai eukaryogenesis virus, mendapat perhatian ketika para ilmuwan menemukan bahwa virus raksasa menciptakan “pabrik virus” internal yang menyerupai inti eukariotik. Penemuan baru, seperti virus ushiku, terus memicu perdebatan ini.

Ushikuvirus: Sepotong Puzzle Unik

Ushikuvirus ditemukan menginfeksi vermamoeba, sejenis amuba, dan memiliki sifat yang sama dengan virus raksasa lainnya. Namun, virus ini menonjol karena ia menghancurkan inti inangnya alih-alih mengawetkannya, suatu perilaku yang tidak terlihat pada virus yang berkerabat dekat.

Perbedaan ini penting karena memberikan petunjuk tentang jalur evolusi virus raksasa. Takemura dan timnya percaya bahwa memahami bagaimana virus-virus ini terdiversifikasi akan menjelaskan asal usul eukariota.

“Virus raksasa dapat dikatakan sebagai harta karun yang dunianya belum sepenuhnya dipahami,” kata Takemura. “Salah satu kemungkinan penelitian ini di masa depan adalah memberikan pandangan baru kepada umat manusia yang menghubungkan dunia organisme hidup dengan dunia virus.”

Penemuan virus ushiku lebih dari sekedar temuan terisolasi. Ini merupakan langkah lain menuju mengungkap hubungan kuno antara virus dan evolusi kehidupan yang kompleks. Penelitian lebih lanjut terhadap entitas misterius ini secara mendasar dapat mengubah pemahaman kita tentang biologi.