Pakis Ditemukan Menumbuhkan Kristal Tanah Langka, Menawarkan Potensi Penambangan Baru

0
18

Para ilmuwan telah menemukan bahwa pakis biasa, Blechnum orientale, secara alami dapat mengakumulasi dan bahkan menumbuhkan kristal unsur tanah jarang (REE) di dalam jaringannya. Temuan inovatif ini dapat merevolusi cara kita memperoleh bahan-bahan penting ini, dan beralih ke metode ekstraksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Meningkatnya Permintaan Unsur Tanah Langka

REE sebenarnya tidak langka, namun mengekstraksinya dari kerak bumi memerlukan biaya yang mahal dan mengganggu lingkungan. Ke-17 elemen logam ini penting untuk berbagai teknologi modern: mulai dari turbin angin dan ponsel pintar hingga perangkat medis dan kabel internet berkecepatan tinggi. Seiring dengan meningkatnya permintaan—terutama dengan perluasan energi ramah lingkungan—menemukan rantai pasokan yang lebih efisien dan berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting.

Phytomining: Tumbuhan sebagai Ekstraktor Alami

Ide phytomining —menggunakan tanaman untuk menyerap logam dari tanah—telah dieksplorasi selama bertahun-tahun. Spesies tumbuhan tertentu, yang dikenal sebagai hiperakumulator, dapat tumbuh subur di lingkungan kaya logam dan berikatan dengan unsur-unsur tersebut di dalam jaringannya. B. orientale sudah dikenal sebagai hiperakumulator, namun penelitian terbaru mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga: pakis ini tidak hanya menyimpan REE, tetapi juga secara aktif membentuk kristal mineral di dalam dirinya.

Sebuah “Taman Kimia” di Dalam Tanaman

Dengan menggunakan mikroskop canggih dan analisis kimia, para peneliti menemukan bahwa pakis menumbuhkan kristal monasit—kaya akan neodymium, lantanum, dan cerium—di dalam jaringannya sendiri. Ini adalah kasus pertama yang terdokumentasikan mengenai tanaman yang menumbuhkan mineral REE secara alami tanpa suhu dan tekanan ekstrim yang biasanya diperlukan dalam formasi geologi. Prosesnya menyerupai “kebun kimia” yang terbentuk secara spontan di dalam struktur tanaman.

Implikasinya terhadap Pertambangan Berkelanjutan

Penemuan ini menunjukkan bahwa fitomining bisa jauh lebih efisien dari yang diperkirakan sebelumnya. Fakta bahwa pabrik dapat menghasilkan mineral REE dalam kondisi lingkungan normal membuka kemungkinan pemulihan langsung bahan-bahan ini tanpa proses penambangan konvensional yang sulit.

“Penemuan ini tidak hanya menyoroti pengayaan REE… tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk pemulihan langsung material REE yang berfungsi,” tulis para peneliti.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah fenomena ini hanya terjadi pada B. orientale atau dapat direplikasi pada spesies tanaman lain. Bukti awal menunjukkan bahwa pakis lain, Dicranopteris linearis, mungkin menunjukkan perilaku serupa, namun diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi hal ini. Tantangannya saat ini adalah menyempurnakan metode ekstraksi untuk memaksimalkan pemulihan REE sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Terobosan ini memperkuat kelayakan fitomining dan memperkenalkan pendekatan nabati yang dapat mentransformasi pengembangan sumber daya REE, mendukung teknologi energi hijau tanpa memperburuk tantangan lingkungan dan geopolitik yang terkait dengan penambangan tradisional.