Alan Turing Institute, badan penelitian AI terkemuka di Inggris, telah diarahkan untuk menerapkan perubahan “signifikan” setelah dilakukan tinjauan kritis oleh sumber pendanaan utamanya, UK Research and Innovation (UKRI). Langkah ini dilakukan ketika pemerintah semakin memprioritaskan aplikasi keamanan nasional untuk penelitian AI.
Kinerja Buruk dan Pergeseran Strategis
UKRI, yang memberikan paket pendanaan lima tahun sebesar £100 juta kepada lembaga tersebut, menemukan bahwa penyelarasan strategis dan nilai uang yang dikeluarkan oleh ATI “belum memuaskan”. Tinjauan ini menyoroti perlunya peningkatan fokus dan penyampaian, khususnya sejalan dengan arahan pemerintah untuk memprioritaskan penelitian pertahanan dan keamanan nasional. Hal ini mencerminkan pergeseran dari bidang-bidang inti sebelumnya seperti penerapan kesehatan dan lingkungan.
Perubahan Kepemimpinan Mencerminkan Tekanan
Tekanan untuk melakukan reformasi telah menyebabkan pergantian kepemimpinan. Mantan Kepala Eksekutif Jean Innes mengundurkan diri pada bulan September menyusul ketidakpuasan staf internal, dan Ketua Doug Gurr baru-baru ini mengundurkan diri setelah menerima peran di pengawas kompetisi Inggris. Penunjukan pemimpin baru, termasuk George Williamson (sebelumnya menjabat posisi pemerintahan yang berfokus pada keamanan nasional), menandakan arah masa depan lembaga ini.
Harapan Pemerintah dan Fokus ke Depan
Pemerintah Inggris secara eksplisit telah mengisyaratkan ekspektasinya terhadap perombakan strategis, dan memperingatkan bahwa pendanaan yang berkelanjutan akan bergantung pada kemajuan nyata. Menurut Prof Charlotte Deane, yang mengawasi program AI di UKRI, ambisi AI di negara ini memerlukan institusi yang “fokus, efektif, dan selaras dengan kebutuhan nasional.” ATI kini diharapkan memperkuat tata kelola dan menempatkan pertahanan dan keamanan sebagai inti penelitiannya, di samping kolaborasi dengan universitas, perusahaan swasta, dan lembaga pemerintah.
Juru bicara ATI mengakui perlunya tindakan lebih lanjut, dan menyatakan bahwa lembaga tersebut akan mempercepat transformasinya dengan “ketahanan, keamanan, dan pertahanan nasional sebagai intinya.”
Tinjauan tersebut menegaskan keunggulan ilmiah lembaga ini namun menekankan pentingnya menerapkan perubahan untuk memastikan lembaga tersebut mencapai prioritas strategis. Situasi ini menggarisbawahi tren yang lebih luas terhadap pengawasan pemerintah terhadap penelitian AI untuk memastikan keselarasan dengan kepentingan nasional.




















