Kedatangan Kucing yang Terlambat sebagai Sahabat: Penulisan Ulang Sejarah

0
15

Selama ribuan tahun, kita tinggal serumah dengan kucing, namun kisah tentang bagaimana makhluk-makhluk ini menjadi sahabat kita jauh lebih baru—dan spesifik secara geografis—daripada yang diperkirakan sebelumnya. Bukti ilmiah baru mengungkapkan bahwa domestikasi kucing tidak dimulai pada awal mula pertanian, melainkan beberapa milenium kemudian, di Afrika utara. Hal ini menantang asumsi lama tentang asal mula hubungan kita dengan Felis catus.

Pergeseran Garis Waktu Domestikasi

Hingga baru-baru ini, para peneliti mengira kucing mulai dekat dengan manusia sekitar 10.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan pemukiman pertanian pertama di Levant. Namun, sebuah penelitian inovatif yang menganalisis tulang dan DNA kucing purba memberikan gambaran berbeda. Profesor Greger Larson dari Universitas Oxford menjelaskan: “Hubungan yang kita miliki dengan kucing sekarang baru dimulai sekitar 3,5 atau 4.000 tahun yang lalu.”

Garis waktu ini menempatkan awal mula domestikasi kucing lebih dekat dengan kebangkitan peradaban Mesir dibandingkan dengan pemukiman manusia paling awal. Semua kucing modern adalah keturunan kucing liar Afrika, namun perjalanan mereka ke ruang keluarga kita membutuhkan jalan memutar yang sangat panjang.

Koneksi Mesir

Bukti yang ada menunjukkan dengan kuat bahwa Afrika bagian utara—khususnya Mesir kuno—sebagai tempat kelahiran kucing peliharaan. Hal ini sejalan dengan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa masyarakat Mesir memuja kucing, menggambarkannya dalam karya seni, dan bahkan mengawetkannya sebagai mumi. Penghormatan ini kemungkinan besar memainkan peran penting dalam membina hubungan yang lebih dekat antara manusia dan kucing.

“Ketimbang terjadi di wilayah di mana masyarakat pertama kali menetap di sektor pertanian, hal ini tampaknya lebih merupakan fenomena di Mesir,” jelas Larson.

Ketika kucing menjadi sahabat yang berharga di Mesir, mereka menyebar ke seluruh dunia sebagai kucing kapal yang berharga dan pengendali hama yang efektif. Kedatangan mereka di Eropa terjadi jauh kemudian, sekitar 2.000 tahun yang lalu, difasilitasi oleh jalur perdagangan Romawi dan akhirnya menyebar ke arah timur sepanjang Jalur Sutra hingga Tiongkok.

Peran Tak Terduga Kucing Macan Tutul di Tiongkok

Menariknya, ceritanya tidak berakhir di situ. Para peneliti juga menemukan bukti hubungan manusia-kucing yang lebih awal, meski berbeda, di Tiongkok. Kucing macan tutul—kucing kecil liar dengan bulu bintik-bintik yang khas—hidup berdampingan dengan manusia di pemukiman Tiongkok sejak 3.500 tahun yang lalu.

Namun, hubungan ini bukanlah hubungan domestikasi, melainkan komensalisme: hidup berdampingan yang saling menguntungkan namun tidak bergantung. Profesor Shu-Jin Luo dari Universitas Peking menjelaskan bahwa kucing macan tutul mendapat manfaat dari tinggal dekat manusia karena mudahnya mengakses hewan pengerat, sementara manusia kemungkinan besar menyambut mereka sebagai pengendali hama alami.

Kesimpulannya

Narasi seputar domestikasi kucing telah ditulis ulang. Kisah ini bukan tentang sebuah proses kuno dan bertahap, melainkan sebuah perubahan yang relatif baru yang berakar pada budaya Mesir. Kucing tidak begitu saja memutuskan untuk bergabung dengan kita ribuan tahun yang lalu; mereka memasuki kehidupan kita dengan cara mereka sendiri, jauh lebih lambat dari yang kita duga, dan dengan cara yang terus mengejutkan para ilmuwan saat ini. Penemuan hubungan kucing macan menambah kompleksitas cerita ini, mengingatkan kita bahwa ikatan manusia-hewan dapat terjadi dalam berbagai bentuk.