Latihan Kecepatan: Satu-satunya Latihan Otak yang Terbukti Menurunkan Risiko Demensia

0
13

Sebuah penelitian penting selama dua dekade mengungkapkan bahwa hanya latihan otak yang berfokus pada kecepatan dan membagi perhatian secara signifikan mengurangi risiko demensia. Latihan ingatan atau penalaran tradisional, meskipun sudah populer selama beberapa dekade, tidak menunjukkan efek perlindungan yang nyata. Temuan ini, yang diterbitkan dalam Alzheimer’s & Dementia, menyarankan jalan baru untuk pelestarian kognitif seiring bertambahnya usia populasi.

Uji Coba Jangka Panjang

Penelitian yang dimulai pada akhir tahun 1990an ini mengamati 2.021 partisipan berusia 65 tahun ke atas. Peserta dibagi menjadi empat kelompok: pelatihan kecepatan, menghafal, penalaran, dan kelompok kontrol tidak menerima pelatihan kognitif. Kelompok pelatihan menjalani sesi selama 5–6 minggu (masing-masing 60–75 menit) dan beberapa menerima sesi “penguat” lanjutan beberapa tahun kemudian.

Dua puluh tahun kemudian, hasilnya sangat nyata. Hanya kelompok pelatihan kecepatan yang menunjukkan penurunan diagnosis demensia yang signifikan. Mereka yang juga berpartisipasi dalam sesi booster mengalami risiko demensia 25% lebih rendah dibandingkan kelompok lain. Kelompok menghafal dan penalaran tidak menunjukkan manfaat dibandingkan kelompok kontrol.

Mengapa Kecepatan Penting

Para peneliti percaya kuncinya terletak pada sifat adaptif dari pelatihan kecepatan. Latihan tersebut melibatkan mengidentifikasi objek yang cocok yang disajikan secara bersamaan dalam penglihatan pusat dan perifer, dengan kesulitan yang meningkat seiring dengan peningkatan kinerja. Tantangan yang terus-menerus ini dapat membangun ketahanan kognitif, tidak seperti memori statis atau tugas penalaran.

Seperti yang dijelaskan oleh Marilyn Albert, ahli saraf di Universitas Johns Hopkins, “Pelatihan kecepatan pemrosesan tidak terlalu menyenangkan. Ini sulit.” Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan kognitif yang efektif bukanlah tentang kemudahan, namun tentang mendorong batas mental dengan cara yang terstruktur.

Implikasi pada Game Pelatihan Otak

Studi ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi aplikasi pelatihan otak dan video game komersial. Meskipun banyak yang mengklaim dapat meningkatkan kesehatan kognitif, bukti yang mendukung keefektifannya masih terbatas. Para ahli memperingatkan terhadap klaim yang berlebihan, namun menyarankan bahwa jika dirancang dengan benar, latihan serupa yang berfokus pada kecepatan dapat menghasilkan manfaat yang sebanding.

Langkah Selanjutnya

Penelitian di masa depan akan fokus pada mengidentifikasi perubahan otak spesifik yang dipicu oleh latihan kecepatan. Pemindaian MRI dan penelitian pada hewan dapat mengungkap mekanisme mendasar yang mendorong perlindungan saraf. Sementara itu, faktor gaya hidup—aktivitas fisik teratur dan tekanan darah yang sehat—tetap penting dalam pencegahan demensia.

Uji coba tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kecepatan intensif dalam jangka waktu yang relatif singkat (berminggu-minggu, bukan bertahun-tahun) dapat memberikan perlindungan kognitif jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa latihan mental yang ditargetkan dapat menjadi strategi yang tepat untuk menunda demensia pada populasi lanjut usia.