Menggali Umat Kristen Awal di Denmark: Pemakaman Berusia 900 Tahun Memberikan Sekilas tentang Perubahan Masyarakat

0
18

Penggalian baru-baru ini di pemakaman Kristen abad pertengahan di Aarhus, Denmark, telah menghasilkan penemuan yang luar biasa: 77 kerangka berumur sekitar 900 tahun. Pemakaman ini, yang digali sebelum pekerjaan konstruksi di dekat Gereja St. Olaf, memberikan gambaran unik tentang kehidupan, penyakit, dan kepercayaan beberapa penduduk Kristen awal di kota tersebut, dan menjelaskan periode kritis transisi budaya di Denmark.

Situs Pentingnya Sejarah

Penggalian difokuskan pada sebagian pemakaman di sekitar Sankt Olufs Kirke (Gereja St. Olaf), sebuah lokasi yang diakui sebagai salah satu situs Kristen tertua di Aarhus. Gereja itu sendiri dibangun pada abad ke-12 dan dinamai Olav Haraldsson, seorang raja Norwegia abad ke-11 yang berpindah agama dari paganisme ke Kristen, dan akhirnya menjadi orang suci. Penemuan ini sangat penting karena mendokumentasikan pertumbuhan agama Kristen di Denmark setelah menurunnya paganisme Norse dan berakhirnya Zaman Viking pada tahun 1066. Para peneliti percaya bahwa akan ada lebih banyak kerangka yang ditemukan di bawah jalan-jalan dan bangunan modern di dekatnya, sehingga secara signifikan memperluas cakupan gambaran sejarah ini.

Pergeseran Budaya: Kekristenan Berakar

Secara historis, pemakaman pagan Norse biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. Namun, umat Kristiani mula-mula mencari kuburan di tempat yang mereka anggap sebagai “tanah suci”, seperti gereja, yang mencerminkan semakin pentingnya institusi keagamaan. Keinginan akan kedekatan ini terlihat jelas di situs St. Olaf, dengan pemakaman terletak dekat dengan jantung Aarhus.

Praktik Pemakaman yang Berbeda Mengungkapkan Keyakinan

Pemakaman yang baru ditemukan ini menunjukkan karakteristik khas praktik Kristen awal, yang semakin menegaskan identitas Kristen situs tersebut. Kerangka-kerangka tersebut diposisikan dengan kepala menghadap ke barat dan kaki ke timur – pengaturan umum dalam penguburan umat Kristen awal. Orientasi ini diyakini untuk memastikan almarhum dapat menyaksikan Kedatangan Kedua Yesus Kristus, yang diperkirakan akan terjadi di timur, menuju Yerusalem dan matahari terbit.

Perpaduan Keyakinan Lama dan Baru

Meskipun penguburan tersebut jelas-jelas menunjukkan kepercayaan Kristen, para peneliti menduga bahwa banyak orang Denmark pada saat itu kemungkinan besar masih mempertahankan kepercayaan pagan Norse di samping praktik Kristen mereka. Seperti yang dijelaskan oleh arkeolog Mads Ravn, orang-orang yang berpindah agama pada masa awal ini mungkin “sedikit oportunis,” terkadang menggabungkan tradisi Norse sebagai perlindungan. Meskipun jimat berbentuk seperti palu Thor, simbol pelindung dewa Norse Thor, telah ditemukan di pemakaman Kristen Norse lainnya, jimat tersebut tidak ada di situs St. Olaf.

Konversi Kerajaan dan Tradisi yang Masih Ada

Penggalian tersebut memberikan konteks pada narasi sejarah yang lebih luas. Raja Denmark dari Zaman Viking, Harald Bluetooth, yang memerintah dari sekitar tahun 958 hingga 986 M, terkenal mengklaim telah mengubah orang Denmark menjadi Kristen, sebuah pernyataan yang dicatat di batu Jelling sekitar tahun 965 M. Namun, bahkan Harald sendiri menggunakan völva, sejenis dukun Norse, yang menunjukkan periode ketidakstabilan agama dan pengaruh abadi dari kepercayaan yang lebih tua. Seperti yang dicatat oleh Ravn, para penganut awal agama Kristen ini “bertaruh pada kedua sistem kepercayaan tersebut”.

Penemuan kuburan berusia 900 tahun ini memberikan kesempatan langka untuk memahami momen penting dalam sejarah Denmark, yang ditandai dengan transisi dari paganisme Nordik ke Kristen. Kerangka yang digali dan praktik penguburan yang terkait dengannya memberikan wawasan yang sangat berharga tentang kehidupan, kesehatan, dan lanskap keagamaan yang berkembang pada masyarakat Aarhus awal, yang menunjukkan periode di mana keyakinan baru terjalin dengan tradisi yang bertahan lama.