Blue Origin sedang mempersiapkan momen penting dalam upayanya menjadi kekuatan dominan di pasar peluncuran orbital. Pada Minggu, 19 April, perusahaan akan meluncurkan roket New Glenn untuk ketiga kalinya, menandai perubahan teknologi yang signifikan: penggunaan pertama booster yang telah diperbaharui dan telah diterbangkan sebelumnya.
Misi tersebut, yang diberi nama NG-3, lebih dari sekedar penyebaran satelit; ini merupakan ujian berat terhadap model bisnis inti perusahaan—peroketan alat berat yang dapat digunakan kembali dengan cepat.
Misi: Mengirimkan AST SpaceMobile ke Orbit
Tujuan utama misi NG-3 adalah mengirimkan BlueBird 7 ke Low Earth Orbit (LEO). Satelit ini adalah bagian dari konstelasi besar yang dikembangkan oleh AST SpaceMobile yang berbasis di Texas, yang dirancang untuk menyediakan layanan internet langsung ke ponsel.
- Skala Penting: BlueBird 7 adalah satelit “Blok 2”, yang dilengkapi antena besar yang membentang 2.400 kaki persegi. Ukurannya hampir empat kali lebih besar dari versi “Blok 1” sebelumnya, sehingga menyoroti meningkatnya kompleksitas dan skala muatan satelit modern.
- Rincian Peluncuran: Lepas landas dijadwalkan di Kompleks Peluncuran-36 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, dalam waktu dua jam mulai pukul 6:45 pagi EDT.
Membuktikan Model Dapat Digunakan Kembali
Aspek terpenting dari peluncuran ini adalah perangkat kerasnya. Berbeda dengan dua misi New Glenn pertama, booster tahap pertama untuk NG-3 telah terbang sebelumnya.
Meskipun inti booster digunakan kembali, Blue Origin mengambil pendekatan hati-hati terhadap tenaga penggeraknya: tujuh mesin BE-4 pada penerbangan ini masih baru. Pendekatan hibrida ini—menggunakan kembali struktur utama sambil memasang mesin baru—memungkinkan perusahaan menguji integritas struktural dan perlindungan termal dari booster yang dikembalikan tanpa variabel mesin yang sudah tua.
Tujuannya jelas: Blue Origin menargetkan setiap tahap pertama dapat terbang setidaknya 25 kali. Untuk bersaing dengan Falcon 9 milik SpaceX dan Starship yang akan datang, Blue Origin harus membuktikan bahwa perangkat keras yang diperbarui dapat mendarat dengan andal di pesawat tak berawaknya, Jacklyn, dan kembali terbang dengan cepat.
Konteks Lebih Luas: Perlombaan Menuju Bulan
Keberhasilan New Glenn terkait erat dengan masa depan Blue Origin bersama NASA. Perusahaan ini sedang mengembangkan pendarat Blue Moon, salah satu dari dua kendaraan komersial yang dipilih oleh NASA untuk program Artemis.
Lanskap persaingan antara Blue Origin dan SpaceX telah bergeser karena perubahan dalam arsitektur misi NASA:
1. Fleksibilitas NASA: Setelah penundaan, NASA beralih ke pendekatan yang lebih fleksibel untuk misi Artemis 3. Daripada hanya mengandalkan Starship milik SpaceX, badan antariksa tersebut dapat terbang dengan pendarat mana pun—Blue Moon atau Starship—yang siap terbang pada jendela target peluncuran (kemungkinan pertengahan tahun 2027).
2. Tonggak Perkembangan: Saat SpaceX sedang menguji booster Super Heavy Versi 3 (V3), Blue Origin sedang memindahkan kendaraan Blue Moon Mark 1 melalui pengujian ruang vakum kritis di Johnson Space Center milik NASA.
Perbandingan Teknis: Glenn Baru vs. Kompetisi
New Glenn adalah kendaraan besar yang dirancang untuk menangani beban berat yang diperlukan untuk konstelasi satelit dan eksplorasi bulan.
| Fitur | Glenn Baru | Elang 9 |
|---|---|---|
| Tinggi | ~322 kaki (98 m) | ~230 kaki (70 m) |
| Jenis Bahan Bakar | Methalox (Oksigen Cair/Metana) | RP-1 (Minyak Tanah)/LOX |
| Teknologi Mesin | Mesin 7x BE-4 | Mesin Merlin |
Penggunaan methalox merupakan tren industri modern. Seperti Starship milik SpaceX, pembakaran metana lebih bersih daripada minyak tanah, sehingga mengurangi penumpukan jelaga di mesin—faktor penting untuk membuat roket benar-benar dapat digunakan kembali tanpa pembersihan yang ekstensif dan mahal di antara penerbangan.
“Booster pertama kami yang diperbaharui… [termasuk] peningkatan termasuk sistem perlindungan termal pada salah satu nozel mesin,” kata CEO Blue Origin Dave Limp, menandakan rekayasa berulang yang diperlukan untuk menguasai penggunaan kembali.
Kesimpulan
Peluncuran NG-3 merupakan momen yang menentukan bagi Blue Origin. Dengan keberhasilan penggunaan kembali inti booster, perusahaan ini akan beralih dari pendatang baru menjadi pesaing sah di pasar orbital yang dapat digunakan kembali, sebuah kemampuan yang penting untuk ambisi jangka panjang mereka dalam eksplorasi bulan.
