Raymond Pearl: Pelopor Biometrik yang Melampaui Eugenika

0
11

Raymond Pearl bukan hanya seorang ilmuwan. Dia adalah seorang ahli statistik yang memutuskan bahwa biologi membutuhkan matematika yang lebih baik. Lahir di Farmington, New Hampshire, pada tahun 1879, ia akhirnya menjadi salah satu pendiri biometri. Bidang ini menerapkan prosedur statistik untuk masalah biologis dan medis. Ini adalah disiplin ilmu yang masih mendasari penelitian modern. Namun warisan Pearl diperumit oleh pandangannya yang sangat keliru mengenai genetika manusia.

Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang zoologi dari Universitas Michigan pada tahun 1902. Sebagai instruktur di sana, dia melihat apa yang terlewatkan oleh orang lain. Alat statistik standar dapat memecahkan pertanyaan biologis yang berantakan. Dia tidak berhenti pada teori. Dia menerapkan metode tersebut ke dunia nyata.

Dari Eksperimen Pertanian hingga Administrasi Makanan

Karir Pearl berpindah dengan cepat dari dunia akademis ke pelayanan pemerintah. Dia mengepalai departemen biologi di Stasiun Percobaan Pertanian Maine dari tahun 1907 hingga 1918. Ini bukan hanya tentang menghitung daun. Ini tentang menerapkan analisis data yang cermat terhadap hasil pertanian.

Kemudian terjadilah Perang Dunia I. Pearl menjabat sebagai kepala divisi statistik Administrasi Makanan AS antara tahun 1917 dan 1919. Ia mengelola data pasokan dan distribusi makanan. Itu adalah pekerjaan yang berisiko tinggi. Negara ini perlu memberi makan tentara dan warga sipil sambil mengelola sumber daya yang langka. Latar belakang statistik Pearl terbukti penting.

Setelah perang, Universitas Johns Hopkins mengundangnya untuk mengatur departemen statistik medis dan biometri. Dia membangun departemen itu dari bawah ke atas. Dia percaya biologi dan urusan manusia tidak dapat dipisahkan.

Jalan memutar yang berbahaya menuju eugenika

Di sinilah ceritanya menjadi gelap. Sejak awal tahun 1900-an, Pearl mendukung gerakan eugenika di Amerika Serikat. Hal ini biasa terjadi di kalangan ilmuwan pada zamannya. Eugenika mempromosikan pembiakan selektif untuk memperbaiki sifat manusia. Itu adalah pseudosains yang dibungkus dalam bahasa biologi.

Dia mengecam eugenika sebagai hal yang kurang informasi dan berprasangka buruk pada tahun 1925. Mengapa harus diubah? Dia menyadari gerakan tersebut kurang teliti. Hal ini didorong oleh bias, bukan data. Dia mengalihkan perhatiannya ke masalah yang lebih praktis.

“Masalah terbesar reproduksi manusia terletak pada tingginya angka kelahiran yang ditemukan di banyak negara non-industri dan kelompok berpendapatan rendah di negara-negara industri.”

Pergeseran ini sangat signifikan. Dia berhenti melihat “garis keturunan” dan mulai melihat pada kemiskinan dan pembangunan. Dia banyak menulis tentang subjek ini pada tahun 1930-an. Ia berpendapat bahwa angka kelahiran merupakan fungsi dari kondisi sosial ekonomi, bukan superioritas atau inferioritas genetik.

Membangun Fondasi Akademik

Pearl tidak begitu saja berubah pikiran. Dia membangun institusi untuk mendukung ilmu pengetahuan yang lebih baik. Ia mendirikan Tinjauan Kuartalan Biologi pada tahun 1926. Dua tahun kemudian, ia meluncurkan Biologi Manusia. Jurnal-jurnal ini menyediakan platform untuk penelitian yang cermat.

Dia juga menulis lebih dari 700 artikel dan buku. Bukunya tahun 1923, Pengantar Biometri dan Statistik Medis, menjadi prototipe untuk teks perguruan tinggi. Ini mengajarkan generasi baru bagaimana menggunakan statistik dalam pengobatan. Ini menetapkan standar untuk bidang tersebut.

Pearl meninggal di Hershey, Pennsylvania, pada 17 November 1940. Ia meninggalkan bidang yang mengandalkan data, bukan dogma. Dia juga